About Me

  Name: Asmawati Sy
  Home: Pekanbaru, Riau, Indonesia
  About Me: Saya ingin telusuri dunia, mencari tahu kebesaran yang telah Dia curahkan kepada seluruh makhluk-Nya. Agar saya bisa berada di pengungsian terakhir bersama kekasih-Nya.
  See my complete profile
   KarYa
   Arsip Ku
   Links
   Template by
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Blogger templates
  Free Download
Google

 
Wednesday, November 21, 2007
PEMENANG vs PECUNDANG
Seorang murid bertanya pada gurunya :
“Guru, apa yang harus aku lakukan agar akau bisa menjadi pemenang dalam kehidupan ini dan bukan pecundang ?”


Sang Guru menjawab :
“Pelajari perbedaan antara keduanya
Jika pecundang selalu menjadi bagian dari masalah, pemenang selalu menjadi bagian dari solusi.
Jika pecundang akan selalu punya alasan, pemenang akan selalu punya program
Jika pecundang berkata “itu bukan pekerjaanku”, pemenang akan berkata “biar aku yang mengerjakan itu”.
Jika pecundang melihat persoalan dari setiap jawaban, pemenang akan melihat jawaban dari setiap persoalan.
Jika pecundang melihat kesalahan dari setiap kebaikan, pemenang melihat kebaikan dari setiap kesalahan.
Jika pecundang berkata “itu mungkin untuk dikerjakan, tapi sulit”, pemenang akan berkata “itu sulit, tapi mungkin untuk dikerjakan”.
Kalau kau mau melakukan semua cirri-ciri pemenang, engkaulah yang akan menjadi pemenang
posted by Asmawati Sy @ 2:30 PM   3 comments
Tuesday, November 20, 2007
Sang Guru
Terdengar bunyi “ambulans” yang sudah menjadi hidangan setiap hari. Bukan polisi yang habis menangkap sasarannya dan juga bukan mobil rumah sakit yang membawa pasiennya tapi bunyi ”ambulans” itu berasal dari tas saya. Hmmm, itu nada dering yang saya gunakan di HP. Selasa, 12 November 2007 pukul 17.00Wib saya sampai di madrasah dengan tujuan bukan mengajar tapi untuk mengajak salah satu guru menemui salah satu donatur. Emang, sore menjelang magrib, karena itu waktu yang saya bisa dalam minggu ini saya sangat disibukkan aktivitas di kampus dimana saya mencari ma’isyah. Belum saya turun dari motor disaat anak-anak sibuk ingin bersalaman dengan saya disaat itu saya harus mengangkat telpon yang saya tidak tahu dari siapa karena no sang penelpon belum terdaftar di HP. Kaget luar biasa tanpa saya dengar salam keluar dari mulut sang penelpon. Saya langsung dimarahi, dihina, dicaci maki dengan kata kasar yang sangat jarang terdengar di telinga ini, sontak tubuh saya menggigil. Dalam kondisi yang sangat kaget luar bisa , Alhamdulillah saya masih bisa berlembut bahasa dengan wali murid yang menelpon saya . Disaat saya memastikan dengan siapa saya menelpon tidak ada jeda untuk saya melontarkan pertanyaan ”maaf bu, dengan siapa saya bicara” itu tidak dapat jawaban HP pun dimatikan ketika ibu itu selesai bicara. Saya mencoba untuk menelpon ulang tapi yang saya dapatkan ”Ngapa Kau” HP pun dimatikan. Ini pertama kali saya dicaci maki dan dituduh tanpa saya tahu sebab musabab dan tanpa saya berbuat. Kemarahan wali murid karena tidak terima anaknya di hukum, setelah ditanyakan hukuman yang diberikan bukanlah hukuman fisik yang meninggalkan jejak tapi berdiri di depan kelas sambil menghafalkan salah satu surat pendek. Nah, tuduhan ini lah yang menuju ke saya yang padahal pada hari itu selasa saya tidak ada kelas dan kebetulan saya izin satu minggu untuk menyelesaikan proyek saya. Dari Peristiwa ini banyak hikmah yang dapat diambil, begitu pentingnya Tabbayun sebelum kita mengkambing hitamkan orang.
Status guru menjadi tolak ukur bagi bangsa ini karena sejak menyandang predikat guru merupakan payung semua profesi. Terkadang tidak tahu yang mana harus diikuti, ketika anak tidak naik kelas, nilai rendah, ujian nasional diumumkan anak-anak tidak lulus, seolah profesi guru sia-sia dan bila siswa berkelahi guru ikut tersebut-sebut. Tapi, bila siswa pintar, lulus ujian orang tua dan lembaga kursus pula dapat nama. Namun guru tetap guru, selain janji surga karena amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Kisah ini cukup lama tertidur nyenyak dengan mimpi-mimpinya. Tetaplah berkarya wahai pengukur bangsa, tanpa guru tidak ada jabatan-jabatan penting terisi oleh orang yang terdidik. Keep Istiqomah!!!


posted by Asmawati Sy @ 12:07 PM   0 comments
Monday, November 5, 2007
Al Quran Is All References
Al-Quran adalah pengaturan Penguasa semesta siapa yang berhak mendapatkan kemuliaan, kehidupan, kesuksesan, dan kegagalan. Al-Quran juga merupakan pedoman hidup manusia yang dapat menghantarkan manusia kedalam aspek kehidupan, penuh dengan do’a.

"Kami turunkan kepadamu peringatan (al-Qur'an), supaya kamu terangkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka, mudah-mudahan mereka memikirkannya."QS: An-Nahl:44

Berfikir serius ini merupakan suatu kegiatan yang mulia. Dalam Islam berfikir ditempatkan pada urutan terdepan dari sekian banyak perintah Allah. Itulah sebabnya wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW adalah surat al-'Alaq, yang diawali dengan perintah membaca kepada kita agar kira berfikir .

Perintah ini diulang-ulang dalam al-Qur'an dengan variasi tekstualnya. Kadang disampaikan dengan kalimat yang jelas dan lugas, tapi lebih banyak lagi yang disampaikan melalui pemaknaan tersembunyi di balik kalimat yang tersebar dalam berbagai ayat dan suratnya.

Ajaran Islam tak bisa dipahami kecuali melalui proses berfikir yang benar dan tepat. Islam bukanlah kumpulan dogma, yang harus dipatuhi tanpa proses berfikir. Itulah sebabnya Allah tidak memaksakan kehendak-Nya agar semua manusia memilih Islam. Bagi mereka yang mau, dipersilahkan memilih Islam dengan penuh kesadarannya. Bagi yang tidak, juga diberikan hak hidup setelah disampaikan risiko yang harus ditanggung atas pilihannya. Karena Kita sudah tahu bahwasanya Al-Quran adalah segala referensi mari kita buka Al-Quran QS Al-Baqarah:256

"Tidak ada paksaan dalam beragama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Suatu hal yang menggerakkan manusia adalah kesadaran bahwa hidup adalah unian kita yang tidak bebas berbuat sesuka sesuka hati. Karena ada hari kiamat, saat dituangnya segala amal lahir dan bathin.Di dunia ini terbentang dua jalan, dan bagi manusia diberi hak penuh untuk memilih di antara dua jalan tersebut. Informasi tentang kedua jalan ini telah dijelaskan Allah secara detil, termasuk segala risiko yang menyangkut pilihan tersebut. Bagi mereka yang mau menggunakan akal sehatnya, tentu akan memilih jalan yang menuju kepada keselamatan. Akan tetapi bagi mereka yang sudah buta mata, telinga, dan hatinya, maka pilihan itu dijatuhkan pada jalan kesesatan. Jalan menuju kepada kehancuran dan kebinasaan.

Sesederhana itukah kehidupan manusia? Tentu saja tidak. Jalan hidup ini, betapa mencengangkan. Bagaimana proses pertumbuhan dan peluruhan itu bisa terjadi? Mengapa seorang ibu bisa sepenuh hati membesarkan bayinya dengan risiko apapun? Itulah yang digugah Allah dengan pertanyaan-pertanyaan menggelitik seperti, "Tidakkah mereka memikirkan apa yang ada dalam diri mereka sendiri?" (QS ar-Ruum: 6)

Sekarang apa yang harus kita lakukan? Pertanyaan ini bisa kita jawab dalam sekejap, yaitu menyelamatkan diri. Asas hidup adalah selamatnya manusia dari azab akhirat, mengingatkan diri dan orang sekitar dari bahaya akhirat dan menunjukkan jalan agar selamat. Inilah inti amal semua muslim. Jadi semua masalah dan pemecahannya sudah ada dalam al-Qur'an, untuk apa susah-susah mencari yang lain? Pelajari al-Qur'an, tafsirkan sejelas-jelasnya, dialogkan dengan realitas dan kenyataan yang ada, setelah itu jadikan pegangan dan pedoman. Insya-Allah hidup kita akan selamat dunia dan akhirat.
Wallahu’alam bishowab.
posted by Asmawati Sy @ 10:00 AM   0 comments
 
 
© Jiwa Merasa, Fisik Bekerja, Berkaryalah Penuh Makna
Templates by Blogger Templates
   Waktu PekanbaRu
   JeJaK KawaN
    Name :
    Web URL :
    Message :
   Kenalan Yook
    oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
   Best Links
   Ukiran Kawan