About Me

  Name: Asmawati Sy
  Home: Pekanbaru, Riau, Indonesia
  About Me: Saya ingin telusuri dunia, mencari tahu kebesaran yang telah Dia curahkan kepada seluruh makhluk-Nya. Agar saya bisa berada di pengungsian terakhir bersama kekasih-Nya.
  See my complete profile
   KarYa
   Arsip Ku
   Links
   Template by
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Blogger templates
  Free Download
Google

 
Tuesday, November 20, 2007
Sang Guru
Terdengar bunyi “ambulans” yang sudah menjadi hidangan setiap hari. Bukan polisi yang habis menangkap sasarannya dan juga bukan mobil rumah sakit yang membawa pasiennya tapi bunyi ”ambulans” itu berasal dari tas saya. Hmmm, itu nada dering yang saya gunakan di HP. Selasa, 12 November 2007 pukul 17.00Wib saya sampai di madrasah dengan tujuan bukan mengajar tapi untuk mengajak salah satu guru menemui salah satu donatur. Emang, sore menjelang magrib, karena itu waktu yang saya bisa dalam minggu ini saya sangat disibukkan aktivitas di kampus dimana saya mencari ma’isyah. Belum saya turun dari motor disaat anak-anak sibuk ingin bersalaman dengan saya disaat itu saya harus mengangkat telpon yang saya tidak tahu dari siapa karena no sang penelpon belum terdaftar di HP. Kaget luar biasa tanpa saya dengar salam keluar dari mulut sang penelpon. Saya langsung dimarahi, dihina, dicaci maki dengan kata kasar yang sangat jarang terdengar di telinga ini, sontak tubuh saya menggigil. Dalam kondisi yang sangat kaget luar bisa , Alhamdulillah saya masih bisa berlembut bahasa dengan wali murid yang menelpon saya . Disaat saya memastikan dengan siapa saya menelpon tidak ada jeda untuk saya melontarkan pertanyaan ”maaf bu, dengan siapa saya bicara” itu tidak dapat jawaban HP pun dimatikan ketika ibu itu selesai bicara. Saya mencoba untuk menelpon ulang tapi yang saya dapatkan ”Ngapa Kau” HP pun dimatikan. Ini pertama kali saya dicaci maki dan dituduh tanpa saya tahu sebab musabab dan tanpa saya berbuat. Kemarahan wali murid karena tidak terima anaknya di hukum, setelah ditanyakan hukuman yang diberikan bukanlah hukuman fisik yang meninggalkan jejak tapi berdiri di depan kelas sambil menghafalkan salah satu surat pendek. Nah, tuduhan ini lah yang menuju ke saya yang padahal pada hari itu selasa saya tidak ada kelas dan kebetulan saya izin satu minggu untuk menyelesaikan proyek saya. Dari Peristiwa ini banyak hikmah yang dapat diambil, begitu pentingnya Tabbayun sebelum kita mengkambing hitamkan orang.
Status guru menjadi tolak ukur bagi bangsa ini karena sejak menyandang predikat guru merupakan payung semua profesi. Terkadang tidak tahu yang mana harus diikuti, ketika anak tidak naik kelas, nilai rendah, ujian nasional diumumkan anak-anak tidak lulus, seolah profesi guru sia-sia dan bila siswa berkelahi guru ikut tersebut-sebut. Tapi, bila siswa pintar, lulus ujian orang tua dan lembaga kursus pula dapat nama. Namun guru tetap guru, selain janji surga karena amal jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Kisah ini cukup lama tertidur nyenyak dengan mimpi-mimpinya. Tetaplah berkarya wahai pengukur bangsa, tanpa guru tidak ada jabatan-jabatan penting terisi oleh orang yang terdidik. Keep Istiqomah!!!


posted by Asmawati Sy @ 12:07 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
 
© Jiwa Merasa, Fisik Bekerja, Berkaryalah Penuh Makna
Templates by Blogger Templates
   Waktu PekanbaRu
   JeJaK KawaN
    Name :
    Web URL :
    Message :
   Kenalan Yook
    oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
   Best Links
   Ukiran Kawan