About Me

  Name: Asmawati Sy
  Home: Pekanbaru, Riau, Indonesia
  About Me: Saya ingin telusuri dunia, mencari tahu kebesaran yang telah Dia curahkan kepada seluruh makhluk-Nya. Agar saya bisa berada di pengungsian terakhir bersama kekasih-Nya.
  See my complete profile
   KarYa
   Arsip Ku
   Links
   Template by
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
Blogger templates
  Free Download
Google

 
Tuesday, March 18, 2008
Waspada Terhadap NikmaT


Diruang rinduku dalam kealfaan menyapa saudara ku yang jauh terlihat mata tapi dapat dirasakan kedekatan dalam hati, inikah yang dinamakan ukhuwah. Apa kabar saudaraku? Kita coba buka tabir kematian sebagai pengontrol kita dalam kesenangan atau nikmat yang telah diberikan-Nya. Seorang hamba mempunyai sekat antara dirinya dan Allah, serta antara dirinya dan orang lain. Barang siapa yang merusak sekat antara dirinya dan Allah, maka Allah akan menyingkap sekat antara dirinya dan orang lain. (Pesan Ibnul Qoyyim)

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Apakah kita sekarang dalam usaha pengontrolan diri? Atau kita sekarang kerkukung dalam kesenagan nikmat yang telah diberikan-Nya tapi lantas kita lupa itu nikmat dari-Nya seolah itu jeri payah kita sendiri. Dalam kesenangan nikmat inilah kita dianjurkan intropeksi diri atas apa yang telah diperoleh.

Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang.“Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih. Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata. Dimana kau letakkan dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma’siat menggodamu dan engkau menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi. (kutipan)

Mengingat nikmat yang Allah berikan berarti kita masih dalam usaha mengingat kematian, karena semakin dekatnya kita kepada ajal. Indikasi kita semakin diberikan kedewasaan dalam berpikir dan itu artinya kedewasan dalam usia juga sudah berada dalam kehidupan kita. Dengan bertambahnya usia bertambah dekat yang nama ajal kepada kita, dan jangan kita terlalu berbagga hati kita telah banyak berbuat dalam dakwah ini. Orang yang terlalu mengingat-ingat jasanya berarti itulah orang yang belum berbuat apa-apa untuk islam.

Saya hanya mengulas silah teman-teman ambil makna dari ulasan singkat ini, semoga bermanfaat.


posted by Asmawati Sy @ 9:37 AM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
 
© Jiwa Merasa, Fisik Bekerja, Berkaryalah Penuh Makna
Templates by Blogger Templates
   Waktu PekanbaRu
   JeJaK KawaN
    Name :
    Web URL :
    Message :
   Kenalan Yook
    oggix.com : <a href=http://oggix.com> Free Shoutbox & Complete Blog Tools</a>
   Best Links
   Ukiran Kawan